31 Oktober 2026

Bekasi Utara, Timur, dan Barat Jadi Zona Tertinggi Pemain Judi Online di Kota Bekasi

titikbicara.com/ — Kota Bekasi kembali masuk sorotan setelah data terbaru Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap tingginya jumlah warga yang terlibat dalam aktivitas judi online. Tiga kecamatan yaitu Bekasi Utara, Bekasi Timur, dan Bekasi Barat tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pemain judi online paling besar di Kota Bekasi sepanjang tahun 2024–2025.

Dalam laporan PPATK, Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan pemain judi online terbanyak di Indonesia, mencapai 2.638.849 orang dengan total transaksi menyentuh Rp 5,9 triliun. Kota Bekasi sendiri menyumbang lebih dari 125 ribu pemain, dan sebarannya paling padat berada di tiga kecamatan tersebut.

Di Bekasi Utara, aktivitas judi online disebut meningkat seiring mudahnya akses internet di wilayah padat penduduk. Banyak pemain berasal dari rentang usia produktif dengan dominasi usia 21–30 tahun, kelompok yang menurut PPATK mencapai lebih dari 42 persen dari total pemain. Sementara usia 31–40 tahun mencapai 30 persen. Dalam laporan itu, profesi pemain pun beragam, mulai dari pelajar, mahasiswa, karyawan swasta, pekerja informal, hingga ibu rumah tangga.

Fenomena serupa terlihat di Bekasi Timur. Aktivitas digital yang tinggi dan penggunaan gawai sepanjang hari membuat sebagian warga mudah terpapar situs-situs judi online. Sementara di Bekasi Barat, tren meningkatnya pemain disebut berkaitan dengan maraknya promosi judi melalui media sosial dan platform digital yang menyasar usia muda.

Direktorat Analisis dan Pemeriksaan II PPATK, Afra Azzahra, sebelumnya menjelaskan kepada media bahwa tingginya jumlah pemain judi online di Jawa Barat dipengaruhi beberapa faktor, termasuk keterpaparan digital dan agresifnya iklan judi. Dalam catatannya, 81 persen pemain di provinsi ini adalah laki-laki, sementara 19 persen perempuan. Total frekuensi akses mencapai 44 juta kali dalam satu tahun.

Kota Bekasi turut menjadi bagian dari peta besar masalah judi online di Jawa Barat. Jumlah pemain yang tinggi di tiga kecamatan dinilai perlu mendapat perhatian serius pemerintah kota, mengingat dampaknya tidak hanya merugikan ekonomi keluarga tetapi juga memicu masalah sosial seperti pinjaman online, konflik rumah tangga, hingga kriminalitas.

Sejumlah tokoh masyarakat di Bekasi Utara dan Bekasi Timur juga menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap fenomena ini. Mereka berharap pemerintah kota memperkuat sosialisasi bahaya judi online, menyediakan layanan konseling, hingga mendorong aparat mempersempit ruang gerak promosi platform judol di media sosial.

Judi online telah menjadi persoalan serius yang merambah hampir seluruh lapisan masyarakat di kota besar seperti Bekasi. Tingginya angka pemain di Bekasi Utara, Bekasi Timur, dan Bekasi Barat menjadi alarm bahwa upaya pencegahan harus dilakukan lebih agresif dan terstruktur, melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, sekolah, serta tokoh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *