Serunya Naik Getek di Kali Gabus Bekasi: Transportasi Tradisional yang Masih Eksis dan Dicintai Warga
titikbicara.com/ – Bekasi memang selalu punya cerita menarik. Di tengah hiruk-pikuk kota yang makin padat, masih ada sudut-sudut tradisional yang bertahan dengan cara hidupnya yang khas. Salah satunya adalah getek di Kali Gabus, sebuah alat transportasi penyeberangan air yang masih digunakan warga untuk menyeberang dari Gabus ke Babelan, Kabupaten Bekasi.
Meski zaman sudah serba canggih, dan jalanan makin ramai dengan kendaraan bermotor, getek tetap eksis sebagai solusi transportasi sederhana, murah, dan efisien. Bagi yang belum tahu, getek adalah semacam rakit besar yang terapung di atas air, biasanya terbuat dari kayu atau drum plastik, yang digerakkan secara manual atau menggunakan mesin kecil. Meskipun terlihat sederhana, jangan remehkan daya tariknya. Naik getek bisa jadi pengalaman unik dan menyenangkan, apalagi bagi yang belum pernah mencobanya.
Ongkos Murah, Bebas Macet
Salah satu alasan kenapa getek masih jadi pilihan favorit warga adalah karena biayanya yang sangat terjangkau. Cukup dengan Rp2.000 per orang sekali jalan, kamu sudah bisa menyeberang dari Gabus ke Babelan tanpa harus terjebak kemacetan.
“Kalau naik motor, bisa habis waktu hampir setengah jam karena macet, apalagi jam-jam sibuk. Tapi kalau naik getek, nyebrang cuma beberapa menit, langsung sampai,” ujar Pak Dodi, salah satu pengguna rutin getek.
Getek tidak hanya digunakan untuk mengangkut orang. Sepeda motor pun bisa ikut menyeberang, bahkan bisa mengangkut hingga lima motor dalam satu kali perjalanan. Ini menjadi solusi cerdas bagi pengendara motor yang ingin memangkas waktu tempuh tanpa harus berputar jauh.
Transportasi Fungsional dan Wisata Rasa Lokal
Menariknya, getek di Kali Gabus ini bukan cuma jadi alat transportasi utama, tapi juga mulai dilirik sebagai objek wisata lokal. Banyak ibu-ibu yang mengajak anak-anaknya untuk sekadar menyeberang pulang-pergi, menikmati angin sepoi-sepoi sambil melihat perahu kecil melintas dan aktivitas warga di pinggir kali.
Bagi anak-anak, naik getek adalah pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif. Mereka bisa belajar tentang cara kerja getek, melihat langsung bagaimana getek ditarik atau dikendalikan, dan mengenal sisi lain dari kehidupan warga di tepian kali.
Walaupun sederhana, pengelola getek tetap menjaga keamanan dan keselamatan penumpang. Ada batasan kapasitas, dan biasanya pengelola akan memastikan penumpang serta kendaraan tertata rapi sebelum getek menyeberang. Pada saat air sungai pasang atau cuaca ekstrem, pengelola getek akan menghentikan operasional demi keamanan bersama.
Menjaga Tradisi di Tengah Kota yang Tumbuh
Di tengah maraknya pembangunan dan gencarnya modernisasi, getek di Kali Gabus adalah simbol perlawanan lembut terhadap lupa akan kearifan lokal. Ia hadir sebagai pengingat bahwa tak semua yang tradisional harus tergantikan. Justru, keberadaan getek ini memperkaya identitas kota dan memberi warna unik dalam rutinitas harian masyarakat.
Jadi, kalau kamu sedang berada di Bekasi dan ingin mencoba pengalaman berbeda, cobalah naik getek di Kali Gabus. Rasakan sensasi menyeberang kali dengan alat sederhana, murah meriah, dan penuh cerita. Mungkin saja kamu akan menemukan hal-hal kecil yang membuatmu jatuh cinta pada Bekasi, dari sisi yang tak terduga. (Yurika/Red)
